Breaking News

Selasa, 09 Desember 2014

Emas Masih Kuat

Harga emas bertahan di kisaran $1230 per troy ons siang ini, terkoreksi dari level tertinggi kemarin di 1238. Penguatan emas sejak awal pekan ini karena sentimen risk aversion atau alih resiko yang muncul setelah pasar disuguhkan oleh sinyal-sinyal negatif dari penurunan indeks saham di China dan penurunan peringkat hutang Jepang serta ditambah dengan pernyataan pejabat Bank Sentral AS yang tidak ingin terburu-buru menaikan tingkat suku bunga acuannya.

Pada grafik 1 jam terlihat ada potensi koreksi lanjutan harga emas seperti yang terlihat pada indikator MACD dan Stochastics. Namun koreksi lanjutan ini membutuhkan konfirmasi penembusan ke bawah kisaran support 1225. Selama harga masih bertahan di atas support 1225 ini, potensi penguatan masih terbuka untuk kembali menguji kisaran resisten 1234-1238. Potensi support berikutnya ada di kisaran 1218.


 


 


 


Waspada Support 1225


 


(Ariston Tjendra)

 



 

Read more ...

Data Surplus Perdagangan Jerman Mengangkat Euro

News - Euro Menguat versus Dollar AS pada hari Selasa Kemarin pasca data menunjukkan surplus perdagangan Jerman melebar melampaui perkiraan dibulan Oktober. Surplus perdagangan Jerman dilaporkan meningkat ke €20,6 milyar dari €18,6 milyar
di bulan September, mematahkan ekspektasi surplus €19,2 milyar. Laporan ini mengikis sebagian
keraguan investor setelah output industri bulan Oktober yang dirilis sehari sebelumnya menunjukkan
kenaikan hanya 0,2%, yang memicu kekhawatiran tentang prospek pertumbuhan di kuartal ke-4.



 

Read more ...

Senin, 08 Desember 2014

Dollar Berbalik Menguat

Dollar pada perdagangan kemarin terkoreksi dari level tertinggi 5 tahun, namun pada perdagangan pagi sesi Asia hari ini dollar terlihat kembali menguat. Indeks dollar terhadap mata uang utama terpantau menguat 0,1%. Penguatan tersebut menunjukkan sentimen positif masih terus menaungi dollar, dimana setiap penurunan akan memicu aksi beli kembali. Namun minimnya data ekonomi penting yang dirilis AS hingga hari Rabu kemungkinan akan membatasi penguatan dollar.


Pada pagi ini National Australia Bank, melaporkan sentimen bisnis di bulan Desember turun menjadi 1 dari bulan sebelumnya 5 membuat aussie melemah. Aussie juga masih dibayangi sentimen negatif akibat penurunan harga komoditas. Sore ini data ekonomi penting datang dari Inggris, Office for National Statistic akan merilis data produksi manufaktur bulan Oktober yang diperkirakan naik 0,2% dari bulan sebelumnya yang naik 0,4%. Rilis data yang seusai perkiraan atau lebih rendah dapat memberikan tekanan bagi pound sterling, sebaliknya jika lebih tinggi maka mata uang Inggris tersebut berpeluang menguat. 


Dari lantai bursa, Wall Street pada perdagangan Senin mencatat penurunan harian terbesar dalam tujuh pekan terakhir, memberikan sentimen negatif bagi bursa Asia pagi ini, Indeks utama bursa Asia terpantau melemah, terus merosotnya harga minyak menyeret pergerakan saham sektor energi yang berimbas pada kinerja bursa. 


Harga minyak mentah WTI turun ke level terendah dalam lima tahun terakhir, potensi berlebihnya supply minyak dunia sementara permintaan yang masih lemah membuat minyak terus tertekan. OPEC pada bulan November memproduksi 30,56 juta barel per hari, melebihi target sebanyak 30 juta barel dalam enam bulan beruntun. Sementara itu Energy Information Administration melaporkan produksi minyak AS naik menjadi 9,08 juta barel perhari pada pekan yang berakhir 28 November, menjadi yang tertinggi sejak EIA mulai mencatat data pada tahun 1983. Pelemahan juga dipicu langkah Irak yang menurunkan harga jual minyak untuk pasar Asia, langkah tersebut mengikuti Arab Saudi yang telah lebih dulu memberikan potongan harga.


Emas terlihat bertahan dikisaran $1.200 setelah menguat pada perdagangan kemarin akibat koreksi dollar. Namun emas masih rentan mengalami penurunan kembali, hal tersebut setidaknya tercermin dari penurunan kepemilikan aset di SPDR Gold Trust, ETF berbasis emas terbesar di dunia, yang kembali mencatat penurunan pada hari Senin kemarin, setelah pada pekan lalu mencatat kenaikan 0,5%, terbesar sejak bulan Agustus.
Jadwal rilis data ekonomi selengkapnya bisa dibaca di sini: Calendar dan Daily Report kami Monex Daily



 

Read more ...

Senin, 01 Desember 2014

Minyak WTI Melemah setelah tidak ada kesepakatan pemangkasan produksi OPEC

Harga minyak mentah WTI turun dalam setelah tidak ada kesepakatan pemangkasan
produksi di OPEC. Kabar yang diterima hari Kamis malam ini langsung menekan turun harga ke
kisaran $67 dan dilanjutkan ke kisaran $64 pada pembukaan perdagangan pagi ini. Berita ini masih
memberikan sentimen negatif ke harga emas dan masih membuka potensi penurunan harga. Para
anggota OPEC setuju dengan usulan dari Arab Saudi untuk tidak memangkas produksi walaupun
beberapa negara sebenarnya tidak menyetujui keputusan ini. Keputusan ini diambil sebagai langkah
antisipasi untuk menahan laju produksi shale oil Amerika Serikat (AS). Produksi shale oil AS
meningkat drastis selama beberapa tahun terakhir. Namun produksi shale oil ini memerlukan biaya
yang tinggi dibandingkan produksi dengan cara konvensional. Dengan menurunnya harga minyak
mentah dunia diharapkan produsen shale oil akan menghentikan atau mengurangi produksinya.



 

Read more ...

Kamis, 20 November 2014

Hasil Polling Menunjukkan Berkurangnya Referendum Emas Di Swiss

Emas kesulitan untuk pulih dari penurunan semalam pada hari Kamis seiring optimisme Federal Reserve terhadap perekonomian AS memicu penguatan dollar, dan sebuah hasil polling menunjukkan berkurangnya dukungan untuk referendum emas di Swiss untuk menaikkan cadangan emas milik bank sentral. Hasil polling opini pada hari Rabu lalu menunjukkan dukungan warga Swiss terhadap proposal "Save our Swiss gold" telah turun menjadi 38%, dari 44% pada survey bulan lalu. Di bawah proposal tersebut, Swiss National Bank akan dilarang untuk menjual cadangan emasnya dan harus memiliki cadangan emas setidaknya sebanyak 20% dari asetnya, dibandingkan dengan 7.8% bulan lalu. Aksi beli oleh bank sentral dapat mendorong naik harga emas.


"Voting di Swiss adalah satu-satunya titik terang untuk emas dalam beberapa pekan belakangan ini dan ekspektasi telah meningkat, " ucap salah satu trader emas. "Hasil polling terbaru ini menunjukkan peluang disetujuinya proposal tersebut semakin kecil. " Emas juga berada di bwah tekanan setelah minutes pertemuan kebijakan the Fed bulan Oktober lalu menunjukkan kecemasan mengenai tekanan inflasi yang melemah, mengikis daya tarik emas sebagai alat lindung terhadap inflasi, dan minutes juga menunjukkan optimisme terhadap perekonomian AS.



 

Read more ...

Rabu, 19 November 2014

Emas Terkoreksi, Pelemahan Selanjutnya Tunggu Breakout 1176

Harga emas tertahan kenaikannya kemarin di kisaran $1202 per troy ons kemarin (yang juga sekitar area MA 200 grafik 4 jam) dan terkoreksi hingga ke kisaran $1175. Pelemahan harga emas ini karena dollar AS yang menguat akibat hasil notulen rapat masih membuka kemungkinan kenaikan suku bunga acuan AS di 2015.

Harga emas hingga siang ini bergerak di kisaran 1179. Indikator MACD, RSI dan Stochastics masih menunjukkan potensi pelemahan. Pelemahan lanjutan membutuhkan konfirmasi penembusan kisaran support 1175 (sekitar level 38,2% fibonacci retracement dari 1130-1204) dengan potensi pelemahan ke area 1167 (area 50%).

Sementara bila support 1175 ini mampu bertahan, harga masih berpeluang rebound ke area 1190.

Sore ini data PMI Manufaktur dan Sektor Jasa kawasan Eropa bisa menjadi market mover untuk harga emas. Dollar AS masih menjadi faktor utama pergerakan harga emas. Data yang lebih bagus di kawasa Eropa bisa mendorong pelemahan dollar dan penguatan harga emas.

Selain itu, malam hari, market mover juga datang dari data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS yang berpeluang menjadi penggerak besar dollar AS. Data yang di bawah prediksi bisa menekan dollar AS dan menguatkan harga emas. Data lainnya yang juga perlu diperhatikan malam ini adalah data Penjualan Rumah Second dan data Indeks Manufaktur dari Bank Sentral AS Philadelphia.



 

Read more ...

Kamis, 06 November 2014

Bursa Hang Seng Kembali Melemah Akibat Aksi jual Pada Sektor Properti Dan Perbankan

Hang Seng kembali merosot di perdagangan akhir pekan (07/11) akibat aksi jual berlanjut terutama pada sektor properti dan perbankan meskipun muncul kabar bahwa otoritas China telah melakukan intervensi ke pasar melalui stimulus.


Di lantai bursa nampak saham-saham properti seperti China Resources Land Ltd. menurun 0.9%, Henderson Land Development Co. merosot 1%, dan saham Agile Property Holdings Ltd. anjlok 2.7% setelah mengumumkan angka pre-sales bulan Oktober.


 


Sedangkan sektor keuangan juga turut melemah seperti Bank of Communications Co. tergerus 1%, saham China Construction Bank Corp. melorot 0.9%, dan China Everbright Bank Co. tumbang 1.9%.


 


Secara umum kalangan pelaku pasar terlihat waspada di tengah ketidakpastian atas status skema otomatis yang akan menghubungkan bursa saham Shanghai dan Hong Kong.


Indeks Hang Seng (HSI) tecatat melemah 0.54% dan terkikis sebanyak 127.48 poin pada kisaran 23521.83.



 

Read more ...
Designed By VungTauZ.Com